Kamis, 13 November 2008

PROFIL BSC


A. PENDAHULUAN
Bambang Setiyono Center (BSC) didirikan oleh tokoh muda Jakarta, Bapak Bambang Setiyono pada tanggal 13 November 2008 secara swadaya bersama masyarakat. Pendirian BSC dilakukan atas dasar keprihatinannya yang mendalam terhadap kondisi dan nasib kehidupan sosial ekonomi masyarakat menengah dan kecil di DKI Jakarta, khususnya di Jakarta Utara, yang selama era reformasi semakin terpuruk. Berbagai bentuk program pemberdayaan, baik dari pemerintah maupun lembaga swasta, memang telah banyak dilakukan. Namun kebanyakan masih menggunakan pendekatan top – down atau pendekatan struktural yang sarat dengan kepentingan sehingga tingkat keberhasilannya dapat dikatakan rendah dan kurang tepat sasaran. Pendekatan bottom-up atau pendekatan kultural dengan melibatkan partisipasi masyarakat sedikit sekali dipilih karena membutuhkan banyak tenaga,biaya dan kemampuan mengenal masyarakat sasaran yang lebih baik, padahal pendekatan ini dapat membawa hasil yang lebik baik.
BSC lebih memilih pendekatan bottom-up dalam kerja-kerjanya karena ingin memberikan hasil yang terbaik bagi masyarakat. Tentu saja, BSC tidak sendirian dalam mengemban visi dan misinya, butuh dukungan dari masyarakat dan lembaga-lembaga yang memiliki visi, misi dan pendekatan yang sama.
BSC tidak dipungkiri memang mengusung pendirinya, Bapak Bambang Setiyono, untuk menjadi wakil rakyat di DPRD DKI Jakarta. Namun, kerja-kerja BSC bukan sekedar meraih kekuasan semata untuk kepentingan pendirinya, tetapi mendudukan beliau sebagai wakil untuk menyuarakan suara masyarakat yang menjadikan BSC sebagai tempat mereka memberdayakan diri untuk kemakmuran bersama.

B. VISI DAN MISI
Memakmurkan masyarakat DKI Jakarta, khususnya di Jakarta Utara.


C.AGENDA KEGIATAN BERDASARKAN SKALA PRIORITAS

1. Pencetakan dan penerbitan buku Saku Bambang Setiyono: Untuk Kemakmuran
Masyarakat Jakarta Utara.

2. Pembuatan dan penerbitan blog: bambangsetiyonocenter.blogspot.com

3. Penggalangan anggota BSC dari kalangan pemilih pemula, kelas menengah, dan kecil di
Jakarta Utara, khsusunya yang berstatus sebagai pelajar, pengangguran terdidik, pedagang
kecil, dan ibu rumah tangga.

4. Inkubasi dan advokasi masyarakat miskin kota dan korban kekerasan SARA.

5. Kegiatan sosial kemasyarakatan.

6. Sosialisasi BSC lintas agama, kelompok dan golongan.

7. Pembentukan kantor-kantor BSC di setiap kelurahan.
8. Pengadaan SMS Gateway.
9. Penggalangan kerjasama dengan mitra strategis.

* * *

1 komentar:

wahyu mengatakan...

Yth Bapak BS 13
Selamat atas diluncurkannya BSC (Bambang Setiyono Center) semoga bermanfaat bagi masyarakat jakarta Utara.

Selamat Berjuang Saudaraku...!!

"MARI BERBUAT JALANKAN AMANAT"